Kakek Penjual Koran Ini Tetap Setia Tunggu Pembeli di Lampu Merah, Walaupun Kaki Tinggal Satu


Kakek Balki (73) terus berjuang mencari nafkah meskipun kakinya hanya sebelah. Kakek berjualan koran di sepanjang jalan. Dengan tongkatnya, kakek terus berjalan menawarkan koran yang dijualnya kepada orang-orang yang kendaraannya tengah berhenti di lampu merah.

Upahnya tak lebih dari 20 ribu sehari, itu pun kalau korannya laku. “Kadang 20 koran yang terjual, untungnya cuma seribu dari tiap koran buat kakek. Kalau lagi sepi, paling koran yang laku hanya 5,”lirih Kakek Balki.

Kakek Balki berjualan dari jam 7 pagi hingga jam 12 siang. Kakek sudah tidak kuat jika berjualan terlalu lama. Berjalan 100 meter saja dadanya sudah sakit dan nafasnya terengah-engah. Apalagi kalau hujan yang tiba-tiba, kakek nggak bisa jalan cepat tapi kakek harus segera mencari tempat berteduh supaya korannya nggak kebasahan. “Baju dan koran sering kebasahan karena kakek sulit untuk berjalan cepat. Kakek hanya bisa pulang ke rumah dan nggak bisa lagi jualan karena korannya sudah basah,” lirih Kakek.

Kondisi kaki Kakek Balki berawal dari 30 tahun lalu ketika mengalami kecelakaan sepeda motor. Temannya yang mengendarai motor, menabrak mobil yang sedang parkir di pinggir jalan hingga Kakek Balki yang ada di belakang terjatuh ke tengah jalan. Belum sempat bangun, paha kakek terlindas oleh mobil yang tengah melewati jalan. “Kakek langsung dibawa ke rumah sakit, setelah beberapa lama kaki sampai jari kakek membusuk lalu diamputasi oleh dokter,” tutur kakek.
Kakek Balki awalnya seorang buruh tani, tapi karena kondisi kakinya yang sudah diamputasi nggak bisa lagi melakukan pekerjaan tani. Akhirnya kakek mencari agen koran dan menemui mereka supaya mengizinkan kakek untuk bekerja menjual korannya.

Anak-anak kakek sudah menikah dan tinggal di daerah yang jauh dari kakek. Kondisi ekonomi mereka pun tak jauh berbeda dengan Kakek Balki. “Kakek saat ini berharap semoga diberikan kesehatan agar tetap bisa jualan koran ini untuk hidup sampai akhir masa. Karena tidak mungkin kan kakek menggantungkan harapan hidup kakek pada orang lain,” lirih kakek.

Belum ada Komentar untuk "Kakek Penjual Koran Ini Tetap Setia Tunggu Pembeli di Lampu Merah, Walaupun Kaki Tinggal Satu"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel